HPP & Harga Jual3 menit baca

Margin vs Markup: Tambah Harga 30% Bukan Berarti Margin 30%

Pahami rumus margin dan markup, contoh biaya Rp60.000, konversi persentase, serta cara menuliskan target harga tanpa salah memahami laba.

Penyebut berbeda. Hasilnya juga berbeda.
JAWABAN SINGKAT

Yang perlu Anda ketahui.

Markup membandingkan selisih harga dan biaya terhadap biaya, sedangkan margin membandingkannya terhadap harga jual. Karena penyebutnya berbeda, markup 30% menghasilkan margin sekitar 23,08%, bukan 30%. Pastikan juga biaya yang dipakai dan jenis margin yang dimaksud sudah dijelaskan.

  • Markup = (harga − biaya) ÷ biaya.
  • Margin = (harga − biaya) ÷ harga.
  • Margin kotor belum menunjukkan laba bersih setelah seluruh beban.

Satu selisih, dua cara melihatnya

Misalkan biaya barang Rp60.000 dan harga jual Rp90.000. Selisihnya Rp30.000. Jika dibandingkan dengan biaya Rp60.000, hasilnya 50% markup. Jika dibandingkan dengan harga jual Rp90.000, hasilnya 33,33% margin. Kedua angka benar untuk definisinya masing-masing.

Sebutkan biaya yang menjadi dasar hitung. Jika hanya menggunakan biaya barang, hasilnya bukan margin bersih usaha. Mengganti biaya barang dengan seluruh biaya variabel juga menghasilkan ukuran yang berbeda; beri nama seperti margin kontribusi agar tim memahami isi angkanya.

Contoh matematis dengan biaya barang Rp60.000 dan harga Rp90.000.
UkuranRumusHasil
SelisihRp90.000 − Rp60.000Rp30.000
MarkupRp30.000 ÷ Rp60.00050%
Margin atas biaya barangRp30.000 ÷ Rp90.00033,33%

Menghitung harga dari target margin

Jika target margin atas biaya barang adalah 30%, harga jual dihitung dengan biaya ÷ (1 − 30%). Untuk biaya Rp60.000, hasilnya sekitar Rp85.714,29. Harga Rp85.715 sedikit di atas hasil tersebut. Perhitungan ini belum memasukkan potongan marketplace atau beban lain.

Sebaliknya, menambahkan markup 30% pada Rp60.000 menghasilkan harga Rp78.000. Selisih Rp18.000 dibagi harga Rp78.000 menghasilkan margin sekitar 23,08%. Selisih konsep ini penting ketika banyak orang memakai istilah “untung 30%” dalam diskusi harga.

Konversi persentase dengan asumsi yang sama

Dengan definisi biaya dan harga yang sama, margin = markup ÷ (1 + markup). Sebaliknya, markup = margin ÷ (1 − margin). Masukkan persentase sebagai desimal: 30% menjadi 0,30. Rumus margin target memerlukan nilai di bawah 100% dan biaya positif untuk contoh yang dibahas.

Konversi tidak menyelesaikan masalah biaya yang hilang. Jika dua spreadsheet memakai jenis biaya berbeda, persentase yang sudah dikonversi tetap tidak langsung sebanding. Cocokkan dahulu apakah keduanya mencakup diskon, retur, biaya penjualan, dan periode yang sama.

Buat target yang bisa diperiksa

Tulis keputusan harga dalam kalimat lengkap: “Target margin kontribusi sebelum biaya tetap sebesar sekian persen dari penjualan setelah diskon seller.” Tambahkan daftar biaya yang dikurangkan. Pernyataan ini lebih jelas daripada hanya menulis target profit pada satu kolom.

Uji ulang saat biaya atau promosi berubah. Produk yang mempunyai margin kotor menarik dapat memberikan kontribusi kecil setelah komisi, biaya iklan, dan biaya penanganan. Pakai angka aktual dari transaksi untuk membandingkan rencana dengan hasil, bukan hanya harga yang dipasang di katalog.

Gabungkan target margin dengan biaya marketplace

Pertanyaan umum

Apakah markup 100% berarti margin 100%?

Tidak. Dengan biaya positif dan harga dua kali biaya, markup 100% menghasilkan margin 50% atas biaya tersebut.

Mana yang lebih baik, margin atau markup?

Keduanya berguna untuk tujuan berbeda. Yang penting adalah konsistensi definisi, jenis biaya, dan penyebut ketika menentukan atau membandingkan harga.

Apakah margin produk sama dengan laba bersih?

Belum tentu. Laba bersih memperhitungkan beban yang relevan untuk periode usaha, sedangkan margin produk dapat hanya memakai sebagian biaya.

Sumber & catatan editorial

Disusun oleh Tim Takarlaku. Panduan edukasi dan simulasi untuk memahami usaha. Semua contoh usaha, biaya, dan proyeksi bersifat fiktif, bukan patokan margin pasar. Sesuaikan klasifikasi akuntansi dan keputusan usaha dengan kondisi serta bukti transaksi Anda.

Semua artikel